
Perjalanan pendakian Tim “Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Unpar” menuju Puncak Everest telah menginjak hari ke-31. Sementara proses aklimatisasi tim pendaki terus berlangsung, tim pendukung akan segera berangkat menuju Everest Base Camp (EBC) yang terletak pada ketinggian 5.300 mdpl. Tim pendukung akan membantu tim pendaki, terutama dalam bidang dokumentasi dan komunikasi dari lapangan ke tanah air. Tim pendukung akan tinggal di EBC dan me-relay laporan tim pendaki langsung ke Indonesia, saat tim pendaki menjalankan summit attack. Tim pendukung yang terdiri dari Ambrin Siregar (60), Alfa Febrianto (44), Edward Balandua (21), Yessie Agusta (22), Panji Haryadi (28), dan Ariesto Wibowo (23) akan berangkat menuju Kathmandu pada Hari Rabu 27 April 2011 dari Bandara Soekarno-Hatta.




Sampai dengan tanggal 30 April 2011, tim pendukung akan tinggal di Kathmandu untuk mengurus administrasi, melengkapi peralatan komunikasi, serta melakukan koordinasi akhir dengan agen perjalanan yang akan mengantarkan mereka menuju EBC. Mengawali Bulan Mei, tim pendukung akan memulai trekking menuju EBC yang menurut rencana akan dicapai pada tanggal 10 Mei 2011. Selama kurang lebih 10 hari, tim pendukung akan berjalan kaki dari Lukla (2.886 mdpl) melewati desa Phakding (2.640 mdpl), lalu menuju Namche Bazaar (3.440 mdpl) sebagai titik awal aklimatisasi. Setelah menjalankan aklimatisasi selama 24 jam, tim pendukung akan kembali melanjutkan perjalanan melalui Tyangboche (3.867 mdpl), Dingboche (4.260 mdpl), melintasi Gunung Chhukung (5.546 mdpl), Desa Lobuche (4.930 mdpl), dan Gunung Kala Patthar (5.545 mdpl), kemudian menuju Gorakshep (5.180 mdpl) sebagai desa terakhir sebelum mencapai EBC. Di Gorakshep sinyal telepon seluler akan terasa paling kuat karena terdapat menara provider telepon seluler Ncell. Selama kurang lebih dua minggu di EBC, tim pendukung akan mengirim data dokumentasi lapangan ke Indonesia (foto, video) dari Gorakshep. Perjalanan turun dari EBC menuju Gorakshep memakan waktu sekitar 2 jam, sedangkan untuk naik kembali menuju EBC akan menghabiskan 3 sampai 4 jam berjalan kaki.

Puncak Everest akan menjadi puncak keenam yang akan digapai oleh Tim ISSEMU dari rangkaian tujuh puncak dunia. Adapun dari 7 puncak yang dituju, kelima puncak yang telah dicapai adalah Carstensz Pyramid (4.884 mdpl) pada 23 dan 26 Februari 2009 di Indonesia (Australasia); Kilimanjaro (5.895 mdpl) via Machame pada 10 Agustus 2010 di Kenya (Afrika); Elbrus (5.642 mdpl) via Rute Utara di Rusia (Eropa) pada 24 Agustus 2010; Vinson (4.897 mdpl) di Antartika pada 13 Desember 2010 dan Aconcagua (6.962 mdpl) di Argentina (Amerika Selatan) pada 9 dan 29 Januari 2011; selanjutnya puncak terakhir yang akan dicapai adalah Denali (6.194 mdpl) di Alaska (Amerika Utara).
Rangkaian kegiatan Indonesia 7 Summits Expedition Mahitala Unpar 2009-2012 (ISSEMU) ini mendapat dukungan dana dan perhatian penuh PT. Mud King Asia Pasifik Raya (MKAPR), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi. PT MKAPR yang berkedudukan di Jakarta memiliki komitmen yang sangat tinggi sebagai sponsor tunggal untuk mensukseskan rangkaian pendakian ke 7 puncak tertinggi di 7 benua (seven summits), melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) dengan tujuan menorehkan prestasi bangsa Indonesia di bidang olah raga pendakian gunung, juga membangkitkan kembali rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air tercinta, Indonesia.
0 komentar:
Posting Komentar