Menu Blog

Tampilkan postingan dengan label Orang Hebat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Orang Hebat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Februari 2012

7 Pelaut Wanita Terhebat di Dunia

Dunia pelaut selalu identik menjadi milik kaum lelaki. Memang wajar, mengingat kerasnya hidup di atas kapal laut selama berbulan-bulan, ditambah tantangan alam seperti badai yang bisa menyergap tiba-tiba.


Siapa sangka, sesungguhnya ada wanita-wanita hebat yang tercatat sebagai pelaut ulung. Bahkan seorang Laksmana perempuan dari tanah rencong termasuk diantaranya.

Simak daftarnya berikut ini:



1. Grace O’ Malley (1530 - 1603)


Dianggap salah satu pelaut wanita terbaik di dunia, wanita kelahiran Irlandia ini menjadi pelaut secara keturunan setelah kematian ayahnya. Tapi ketika dia melakukan itu, dia tidak hanya melaut untuk melakukan apa yang ia cintai, tetapi juga untuk membuktikan kepada dunia bahwa dia hanya ingin membuktikan bahwa dia lah yang terbaik dari semua rekan-rekan lelakinya yang juga pelaut.

Sejarah dunia mencatat Grace sebagai perempuan "bajak laut" terhebat dunia. Tidak ada yang menyangkal kenyataan bahwa keterampilan berlayarnya lebih baik daripada kebanyakan pria pelaut pada waktu itu, maka hal itu membuatnya seperti bajak laut yang ulung. Bajak laut atau tidak, Grace O' Malley terus menjadi salah satu pelaut wanita terbaik di dunia.


2. Skipper Thuridur

 

Thuridur Einarsdottir lahir tahun 1777, terkenal sebagai kapten nelayan wanita dari Islandia. Di usia 11 tahun, ia mulai ikut berlayar dengan ayahnya. Sejak itulah karirnya sebagai pelaut dimulai.

Keahliannya menjinakkan laut dalam cuaca yang sangat ekstrim semakin membuat namanya populer, julukan "Skipper" sebagai penanda Thuridur adalah seorang kapten (Skipper = kapten/juragan, eng.) Karirnya terus berlanjut hingga pensiun di usia 63. Keunikan Thuridur lainnya, ia juga mempunyai anak buah kapal yang juga kaum perempuan.

Begitu hebatnya Thuridur, namanya tetap dikenang sampai sekarang. Replika kabin kapalnya bahkan dibuat di tempat kelahirannya, Stokkeseyri untuk mengenang kehebatannya.


3. Krystyna Chojnowska- Liskiewicz


Pada tanggal 21 April 1978, terjadi catatan sejarah yang tidak pernah dilupakan di dunia. Krystyna Chojnowska-Liskiewicz, lahir 15 Juli 1936 di Polandia adalah wanita pertama yang berlayar sendirian (solo) di seluruh dunia. Dia berlayar dari Kepulauan Canary pada tanggal 28 Februari 1976, dan kembali pada tanggal 21 April 1978, menyelesaikan perjalanan mengelilingi dunia dengan jarak 31.166 mil laut (57.719 km) dalam 401 hari.


4. Naomi James

 

Naomi James lahir di Selandia Baru di sebuah peternakan domba yang terkurung daratan dan tidak belajar bagaimana caranya untuk berenang sampai usia 23 tahun, namun dia berhasil memecahkan rekor dunia dengan berlayar sendirian (solo) mengelilingi dunia selama 272 hari. Dia belajar berlayar dari suaminya sendiri, Rob James yang menikahinya setelah dia kembali dari perjalanan berkeliling dunia itu.


5. Kay cottee 


Kabarnya, Kay disebut sebagai pelaut wanita terbaik jaman sekarang. Pelaut wanita asal Australia ini membuat dunia duduk melihat kehadirannya dari perjalanan keliling dunia dengan berlayar sendirian (solo) dalam waktu 189 hari. Pelayaran dalam waktu 189 hari itu membuat namanya menjadi pelaut wanita teratas yang berhasil mengelilingi dunia dengan berlayar sendirian.



6. Laura Dekker 



Di abad 21, mungkin Laura Dekker bisa dibilang sebagai pelaut wanita termuda yang berlayar mengelilingi dunia seorang diri. Bayangkan, saat itu usianya baru 16 tahun.

Sebagai seorang remaja putri dari Belanda, Laura tiba di kepulauan Karibia, Saint Maarten, Sabtu 21 Januari 2012 satu tahun dan satu hari, setelah ia memulai pelayaran dengan kapal berukuran 11x5 meter, yang ia beri nama Guppy.

Remaja Belanda ini merayakan ulang tahunnya selama perjalanan. Perjalanan keliling dunia ini sempat ditentang oleh departemen pendidikan Belanda. Alhasil, Guinness World Records menolak untuk mengakui pelayaran itu karena tidak ingin memancing anak-anak muda lain mengambil risiko.

Yang menarik, Laura Dekker sendiri lahir di kapal dan pada usia enam tahun ia telah berlayar melintas danau seorang diri. Pada usia 13 tahun, ia berlayar dari Belanda ke Inggris. Ia kemudian memutuskan untuk mencari tantangan lain dengan berlayar keliling dunia, seorang diri.

Orang tua Laura pada mulanya menolak namun akhirnya sepakat untuk mendukung permintaannya. Pemerintah Belanda sempat mengajukan kasus ini ke pengadilan yang memutuskan untuk mencegah rencana Laura ini karena ia terlalu muda untuk berlayar di lautan seorang diri. 

Setelah berjuang lama melalui proses hukum, Laura akhirnya memenangkan hak untuk berlayar dengan persyaratan ia harus menjalani latihan pertolongan pertama dan setuju untuk mengikuti pelajaran dari jauh.



7. Laksamana Malahayati 



Namanya memang belum dikenal secara luas, apalagi media barat tak mencatatnya. Tak heran, Laksamana Malahayati tidak masuk dalam daftar "Pelaut Wanita Hebat Dunia". 

Padahal, sebagai pelaut dan pejuang wanita, Malahayati memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah tewas) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda tanggal 11 September 1599 sekaligus membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal.

Prestasi ini membuatnya mendapat gelar Laksamana, sehingga ia kemudian lebih dikenal dengan nama Laksamana Malahayati

Senin, 02 Mei 2011

Remaja 16 tahun Ciptakan Sepeda yg murni dari kayu

Remaja usia 16 tahun ini begitu kreatif menciptakan Sepeda Dari Kayu Tanpa Unsur Logam sama sekali. Remaja bernama Marco Faciola mengaku sangat kesulitan ketika harus membuat bagian rantai dan gir [gigi], dan sangat membutuhkan ketelitian dan paling banyak menyita waktu untuk menciptakannya.


Seperti yang dikisahkan di Lee Valley Tools, remaja tersebut tidak menyertakan logam di sepedanya dan untuk merekatkan satu sama lain hanya menggunakan lem. dan berharap penemuan ini dapat dikembangkan untuk bisa dipergunakan dalam keseharian tentunya dengan perbaikan disan-sini agar benar-benar siap digunakan.

Lihat saja foto Sepeda Dari Kayu Tanpa Unsur Logam di bawah ini :







7 Pelawak Indonesia yg Berpenampilan Palsu

1. Aziz Gagap
http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR4Jd58goJvNaE-GFhpj_-Fyy8NyPtYgeS_he1VyOSyKWoQbzNe
Banyak yang mengira kalau Aziz memang benar-benar gagap, namun ia gagap hanya saat melawak saja. Ide gagap yang didapatkan bermula saat ia mendapatkan peran gagap dan ia pun langsung menguasainya hanya dalam 5 menit saja.

2. Jojon
http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTd_2ewwt26fNh8LOUQuwiNZIt0k57Kw4hMFZTqO__HuDyD1rbY
Mendengar nama Jojon mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Penampilannya yang sangat khas, yakni dengan memakai celana yang sangat tinggi sampai melebihi pusar membuat daya tarik tersendiri untuknya. Ditambah dengan kumis kecil persegi panjang yang menempel di bawah hidungnya. Tahukah Anda kalau Jojon hanya menggunakan kumis palsu dalam setiap penampilannya.

3. Nycta Gina (Jeng Kellin)
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSxXJSx-I25IA64WYYv7eY0Vg14388wva0cJoO9L6AHTPgemXkT
Penampilan Jeng Kellin yang seperti anak kecil tidak seperti kehidupan aslinya. Dalam kehidupannya, Nycta Gina adalah wanita yang pintar. Terbukti walaupun telah sukses dengan perannya sebagai Jeng Kellin, Nycta Gina sangat berambisi untuk menjadi dokter.

4. H. Bolot
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQCcn13bh-Q4pCRaDOjwwxP6mkHBMrIikQ7ICW_rUC9Sg5QJJF-
Karena tingkahnya seperti orang tuli, pelawak bernama asli (cari nama asli pelawak haji bolot..) ini sering disapa bolot dan digunakan sebagai namanya sebgai pelawak. Tingkahnya yang "bolot" tidak berlaku bila ia sedang berkomunikasi dengan wanita cantik.

5. Komeng
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ1aCPs_XkCLoC_Dd9AVF3LF57Tpx1P4qXQ_KYKYvIMfpVWE_vjfg
Candaan yang spontan dan tidak pernah tertawa saat melawak merupakan ciri khas tersendiri pelawak bernama asli Alfiansyah ini. Suara yang agak bindeng sebenarnya hanya digunakan saat melawak saja. Meskipun terlihat tidak pernah serius, Komeng akan terlihat serius bila diwawancarai atau bila sedang ada di rumah.

6. Parto
data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCADMAIkDASIAAhEBAxEB/8QAHAAAAQUBAQEAAAAAAAAAAAAABAECAwUGBwAI/8QAQRAAAgEDAgMGBAQEAwUJAAAAAQIDAAQRBSESMUEGEyJRYXEUMoGRB0JSoRWx0fAWI8EkM2KS4TRDVWNygqLS8f/EABkBAAIDAQAAAAAAAAAAAAAAAAABAgMEBf/EACERAAICAgMAAwEBAAAAAAAAAAABAhEDMQQSIRMiQVEy/9oADAMBAAIRAxEAPwDnSqKeAKghkZ1Xy61Ir5B23qwR53UbZrzyY4TQUmSx23qdwVjQHdqACc7ZoSaYmZUTr1qck8J26VXTSdzKJOZA5UAElR+dsn1NRSTQw8yAaCubnvMcPI/cUIRxHJ396iMsv4jD/wAX0FSJdRSDIbf1qpCnPlT0AOfFwn15UAW+cjakqujuJo3yTxbdaL7x3gMkWGwfEnl7UwHM2KhaTFRPPkAkEZ86HaQmgAoyUnHQfGc0vGRSAJ4qXNDCSl7ygC+tD4MCpsESkAbVFapwJlhUwRmn4gdsVIiMkRe8bK9Kk7rjOemKSRNsHmTUyEbJ5UAQOcFgegqpuvGf61dSgBGycZ2zVRcBOHhfOTyFAytI3ry5zgUe2nTLbfEADgUgHz3pslsEkV1U8DfsOtRHTBSGTcgnyzyNPiKs4EgAB55otLWSK5Twca/zFWTaTFtKko7knPi2IH9aAoppowiDDZUHY9R70Xp0TRjvc+Hkwzj+xUsxtgeBMOVBz64/6dKbFOUjKRRMT5rvke3nUhAVwndzEhMKd2QnIBoWdDG5GMA7j2qWVHHiycHfA6Us8vfQKoUjgGw8geePTO9JgC4r2KXGCaQikMbXqWvUAafiXgBB6CpbdxxVUCdB1OKlivEVxuakRLYDilPLAG1MkVlbIoJL5CxOTUyXqsm5PFQAzUJuCONWHM1Xwq890hb8zYH9KMvnWWJVHPiG9R2xEcsT/kMg/v7UDNubOI6U8QjViYzsPahtM0VL/TImhQZHEAzdQCef8qP0ie5uwgsrZio27xl2PoK0mhRpYR/C934izFfqc1klJxN8IRmYObQ7+yAE1sSnJXDD7/370l5YPdxKAHgcfMxYMv8Ay8xW81uSEy8Lx98eWX+Vfr99h+1Ubvp8Xd/FRunfHEXcxYVsHBweZ+9WRn2Kp4lH1GGu+y1/AO9g4J15ng2J+lDKvDhZonhlHM45+42roxs7eRWisJ5Yi8hwzfpxuOE9c4396q9S0Wd43WScSYGRxxDP3BprJXjIvFatIwt7K7BS5ViMgsuxOfOoowfhu84OJMcLDoN//wAqeeMuJFlwsiHxEDnQx4o1YDYOM8Pn/eauM4IRj26V6lIxz96SojGsKbipMV7FAF6tjDzwT71KtpAPyCgY9QIYZ3FWMMqygYNAhRFGPyCnhVHJVz7UteoGD3kXeQHCjK+IAdaFFtJHBBNPgBwWjwwPI4wccj6VZHzoONFa8jtcZDOpTf5WJIJ9uX2FMRr0nvWhMens3gYR4d2GRjcjBA51bxNcLdQJI5Vo8MeIknljBz671NptpcQRKVWFAeTFyx+3CKIWwmbUEIPE7AHYYG3QfU1kcvw6McfiPXzST3DNc8TRuPEwGemNwPTb6V63tI5D3ccUszfk4o8KPq3L6UX3VzE5IgMgBweE8vOrKzUTIHhbwkA4bn7VC2i7otFSdIlz306qnQBRsP6++3tQGof5I4T7Vrr2YJCq4HkR/rWX1iLIyPMii/RNUjlmuLwahNIo8JYn3HKhUjLxoh5/KPsau9fg4ZH5cIG386rbYC3t5bm4GCyEQr+pm2J+gJrYpfVHNlH7MqZ8ZT/0AZqKp7kYYA+VQVIger1er1IB9GadKVuAudjQeKmtP+0JQI0FLXhvivUAIaEvgU7ueLaSM9PKiJJFTmcUDcTZJ4W28vOmB1HszqMeoWELk523H9+tWWo3Ci7VkYhlwoK/yrnHYrU1gna3DY4slVzy23rWTXBilViOeOEnzrJOHWXh0cWTtBF0IYZJVuCGMy5w7MRt7CjLNmibOSdyT9aqYbmfOFC5Zcnrmp4rm4eZMwod92UkYqDTL6aLG8kDDY+IHNV9/wCKMk4x0FGTgFcjnuKrruQCEFuQ5etV7G34YrtUrRW6yqufFvnkR5VkNQv7nUHhaYoI0GI0RcKgJ6Vtu0g721bngKx/+JrB28qrEOJc45ZrZipo5ue1IilPjIByAcD2phNObcnFMNXFJ7NJmkr1IAjFGafbs8nH0FBg5FXWlkGDC9PKgQX7V6lr1AEM8RkXA51S3KPG/C1aA7CqS6V5HZ8eEGmgIbaaSCdZojh0OVro+lX8Wq6bGQCCrYI6g+VczxV52W1F7bUO6XdZRgr5t0/1qGSNosxT6yOpWdrGeEq5I5e9XPw5SMcKYAFUGmaihjV1ZfDsQenpVlL2gt0iPG6A4555VkcWdL5EOucLERy2O9Z/Up+/dbeHcjHER0p11c3uqN/s8bR2/wCtxjPt/WidN0wRLxscsKhSiFuWio1a1zZMCN+Bh+1ctI4UQZ/LXZ9XhxbPgdK4xcxNBO8bDGDt7Vo472ZOUvUNFI1JnG1eJrQZRCKSlJpKQBAGNuvlRunXHdPwk+E1NeWfeFyi8Mq/MvnVauR71NojZoweo5U6quxuzkI52qzztnO1IAe7nMfgX5vOgmBkBBc5POpL9SZuJSDkedD8DAbnDVJLwTYyW3MbY33r1sWhuYpVyCjg/vUxkYpwnHnnFJF1J3OKOo06Z0BrITIJohg9SpxmrPSLay2aSESSA5HGc4+9Q9mGSfS4GJB8IyQevlVpaRCORhwgjOzYrnSk02jqQSaTQW8LyEcIVV9aLS2WOLC+I/qoi3iVlGW28qmmCqOFQAKrLbKDUogYWB/NtXPTpENw9wbqMvEz8MUgHltt9c1uu1F9bwYtpLqOADeaQt8inoBzLHoBy5+VYbXu06XCfC6TGYLdV4e8PzMPTyH7+1W4scnozZZx/TNarpkNncNDBMJMc8c19D0zVY6cBxnNFSSHBwd+tQE551uqlRgbt2QGm5HnU5APMUnAvlSoLNhcWxD8L/72E92W5ZB+Un+VU2r2LW/BcKB3cu525Gtfq0XFeyKq/PbMfqpyKEaKG5067jmZVVcuGP5QQCKsl6RMZErM/hxkdaNeSXhVOMkDqNqfbW3hweZ69TTp4wr4Hn/pTSE2D8ORnrTiM743qYJtTOHfFMREds0xH4alIBb2phUE0Egi0vrm0Ja1uJYc8+ByM1bW/azWYdluw4/8yNW/0zVABinVBwi9okpyWmagdvNcUYWS3B8xAP60Jedse0Fxv/EZFyeUSqmPsM1Qmmkml8cf4P5Jf0fNcSzStLM7PIxJZ2OST70O5zsNqeaaaZAixtikCZOKkI3pUHjBoGM7nO9L3NEAeGkxRQHRL62muhDfWJil4UkQKW+foftWH1K9lg/yJOIEgBkPpsM11ax7KXXZ6xdrrUrK54X/ANxFICyA8yOWd6p+0HZOz1cGWAMlwN+JR83vWb5WpfbRoWBTgpR2c/ik7xMo3rt0pZs5HrW30DsdpUd6EupbhZDjhjmwFY9cY2P97VotQ7BaXdxkCFoyOTQsQRU3yYp0JcWbVnKC3hUbetMY43rU6l+HmoW0jNYXYkjxylXf7igdI0WxnvPg9Y1RrGQnHELbjUH18Y2+lXQyRlopnjlDaKAbn3pp2rX9rfw/1XsxCLx3jvdOYjF1ADhc8uIdM+e49ai7UdgtV7OaRBql/LaGGVlRUjdi4JUtuCB0BqVoiZM0vIb7ehp/CiKHmYheLHCFznz6+VGW+ntqc9ylmD3yEMUkZIweI4wCW3OSMDrmgCuO9JWl17sL2j0Cy+O1LT+C2BAZ45Fk4Cf1Y5Dpnlms2B0J5UgGEUmM1Z/wHWH086gml3jWIUv8SsDmPhHM8WMY2O9Ou+zus2FkL290q9t7VsASywMqknlufOkMqcb0qLlqeF69KlETRk8aMp/4higLG8OFpN/IVK2yimbUxHQOx12ty1xAUijK8IKJyA9fXnmtTHC1swx4oxyYb4HrXM/w6gv7jV3ay4RHw/53HybyHvmurWztG4huV4Xxkb8x6edc7LGn4dHjv6D5Le1uYcSqrp5kbVCiahp4Pwdwzx9I5gTw+x50VHagyccTFc8wNwanmJWMqd/WqkaKKz+LTuOG4tGVuvBgg/U1h+2mkJqY+JtV4bhBttgsP0/0rchlYYPMedV95biQk8O/nU4T6shkx9lTPdiu0PxPZiXsvrr9480Aht3Y5yzEKE98kEe1dJ7TdmtN7SCzi1bjeCCUyLAr8IlbGBk89hnYEV8+drIbnTb60voXdII5Q5C80cHIb70b207cntLLot3ZyzQ3VnAe9K5Tgm4vmU+wBz61ui+6tHMnFxdM0X4x6XZ2Wp9nrKwsI7S0RZMd2oVG3BPLfIxvnzFZXsvGLjtvp8IAINzalsHJbEg3PrXu1Hau67X22jrd9xFf2JdWnZwiy8XDhuWx8O/TejexFnb6Z2qtNY1PV9JFu1xxMI7tWZDhiCQOQ2A9yKsqkQezs152q0qLtP8A4Y1NUV7i3Vo2lwY5S+QYznr5Z55xz58t/Er8NpNGaXV9BjeTTvmmgXdrf1HUp+49txQfijq9tq/bO7ubG4Se2CRJHJGcq2FGcfUmtz+GH4lLcCHQ+0c2ZCAlvdyH5+gRz5+R69fMqmvUNFrdr8H+BBXkW0tVP/vI/wDtUX4Zdo7Ttd2cm7N62qzXMUJjKv8A9/DyBz+pdgTz5GrD8YZYrL8PZre3VEieWGFEUYAUMGwB7LXFewMk0fbPRfh5Gjka9jXiU4OCwDD2IJpJWgZ1fsn+E9tpOt3F/rMsd1bW8hNnGeTAbh5By28uWRmsT+LnaK01/tFH/D5e9tbSHulcDZ24iWIPUch9K3v46ajc2nZ+ytred4lu52WZVOONAucH0yRtXB2fxZPvTj/WDPTEB1XyFMx6io5H4mJ86ZxetOwNH2I1SXTdRSGJGf4kqpC7EHof5103RHF1C0mpRkXjMxZXJJToMeWwrlHZq7h0zXLW5v0cRITkHoSMA12W2n07UrUSwyjJ5Op5Vkz/AOvDbx/V6SRmSLhYMZADuvmKSWdj4jlfSoonaHKF0O+zE8/UVA/GW4lcMOu+1Zao1Jj2kBJYrgnmaixxtTTIxPDsT6U8MxODn6UmSQLqOmRXtuySLxBhggjaua9qOzUmlMLmyYLCzcJjLcifLzFdfQx93jI5delcw7bahLqOop3aEWseVhyPm82+uPsK0cbu5eaM3K6dbezKM5jYJOrRPgHhcY2PWnmrMtcXGn/B3YeaCM5jD5DRc/lPlufCdueOdU9wnwbKOMSwN8kgXHuCOmK32c4fSYrwYHcHIrxNADuMlcEnHlmljkeKRZInZHU5VlOCD5gimUhNAB15quoX8UcV9f3VykZzGJp2cL54yTiq/Oc70pOFP7Uxzw4HnQwEam8XqtLgkZP2r3g8x+9RGdltY45l4ZYlceTjiH70VHoVivjtY2tZDvm3PCD7r8v7UlqmMUeGwlcmLZ2JRRR366raDig+Hu0GxVsxv/qD+1Uy9p4RMY720ezfqCuf5VpL+YBCdq5drt0LnVJtwe7wta8UVPxmTM3BWmbhO02ljZLtFPU4NWWnahDfDitrqGbHMK2CK5J1p8U0kDiSGRkkXdWXmKtlxoteFUeVJP1HS+1OpzW0aWNqGWSZeJ35YXPIZ5k+nKq7UdJu7jsympuZHBfgZhFlIlHLJx1yBn/pWQm1C51J7ZdR1CVSsZSJyMhFBJxty3ycirewvtf0mwm/h2oSS2OD3sPfcSEZxyJ2NTxQWONIqyzeSVsCunvJxFGkfAIkOETJU8ssOuTgZHoNqd2f7PHV5JhMrLbRDxkbbnkB/f8AOidM1Ce5vbSG2t4wSpVFVcFixyWPltj0AFdL03TYLGxWCMKWJLOwHzE/3+1Qz5ekaWy3jYu8vdHHtX7OXmkEvEDPbZySB4l+lViSK4yD9PKu1Xlgr8QK5rG652SgnPe24ME2fmQbH3FU4uV+SLsvE/YmKzTDzo680fUbJiJIu9Ufnj5/agOIAkbg+R2P2rYpxloxSg47Fxl1HQbmrns9ob6xqSxNxrbKMySAdB0B8zyobQNMl1bUVtoevzN+kdT+9dV03T49PRLOyC9zEMyuRnjPlVWXL1VLZdhw9nb0Zleyukxak6JE8sQwVWRyQP61a/4a0f8A8Nt/+SjpWSa/448lQMFvM53ov7Vilklezf8AFBfglu4zsd6nd8LzqjjdgAQeYzRNvO8kBLHcHFVVRZsD1e6EccjMcKFzXKYXee4nnJ8LsTW57ayumlzcJxk4rEQDhtVx+nNdDjryzncl26JA1eJqHOwp7HFaTNQdbG0uWSG/doE4triNeIp7jqKM1KwNlKxt9Vhe0JwkqAq8i+fD655Z6VSFjwA+tKB1qLVjs6R2S0oWMIvpY/8APmUcIbmi7fucA/atbby8RAJxWM7F6hcXOnmOdg4jYopPPG1aTiKN4TXNy329OrhroqLnCyjGwoK4tAwJxmpLd2Yb0aAO7qqi26M3c2AP186z2o2GmXmFnij2VRxKw4skLkb7jHiO2c59K3dwitkEAjlVdc2cZmLlmLluIttknOc8qSTvdEZxUvwyei21nos0q2krlpVAJfB4B5jh3GB035+uKuDrsREaMY0t8/KhHi2XbOd9yc9dvsTPaRlWBLHCjy/p6mq+4DJMZVfD7ZYIoJwcjpU67O7K666Q2yvVaVREXYnGFCg8yR0JI6c/P1q1+KH6xVDBdXCyfDGZ2iCcSqx5fl/l/M0Z3ren2ocUiUZM/9k=
Pelawak bernama asli Edi Supono ini sering disamakan dengan Ariel peterpan. Karier Parto bersama group lawaknya Patrio sudah cukup lama di dunia hiburan sehingga membuat namanya banyak dikenal. Meski sudah tidak tampil lagi bersama group lawaknya, Parto masih eksis di dunia komedi. Cara bicara Parto yang meniru logat orang Tegal membuatnya dipercaya untuk ditunjuk sebagai dalang di acara Opera Van Java TRANS7. Tahukah Anda bahwa Parto tidak bnar-benar menggunakan logat Tegal dalam kesehariannya. Parto juga bukan pelawak asal Tegal.

7. Olga Syahputra
http://www.tribunnews.com/foto/bank/images/olga_syahputra.jpg
Dengan penampilannya yang kewanita-wanitaan, KPI pernah menyinggung penampilannya. Walaupun bukan sebenarnya bencong, banyak orang mengira kalau dirinya adalah bencong. Olga pernah mengatakan bahwa itu semua hanya sekedar akting. Olga juga pernah mengatakan kalau di depan kamera seperti itu, tetapi kalau sudah masuk kamar, Olga sering merenung bahkan menangis. Olga juga seperti para pria lainnya yang ingin merasakan cinta dengan seorang wanita. Ia sempat menceritaan kisah cintanya di acara Hitam Putih TRANS7.

Senin, 25 April 2011

Sejarah Berdirinya FBI


Sering mendengar FBI kan dari film-film action. FBI singkatan dari Federal Bureau of Investigation (Biro Penyelidik Federal) adalah badan investigasi utama dari Departemen Keadilan Amerika Serikat (DOJ). Sekarang ini, FBI memiliki yurisdiksi investigasi atas pelanggaran lebih dari 200 kategori kejahatan federal dan oleh karena itu memiliki otoritas investigasi yang terluas dari badan penegak hukum lainnya di Amerika Serikat.

Daftar Sepuluh Buronan Paling Dicari FBI merupakan daftar yang telah digunakan sejak 1949 untuk mengumumkan buronan publik yang dicari. FBI bukan institusi Kepolisian Nasional seperti dimiliki banyak negara, misalnya Indonesia, Perancis, dan Inggris.
Sejarah Federal Bureau of Investigation
Masa Pinkerton National Detective Agency (1800an)


Institusi ini dimulai dari zaman awal perang saudara di Amerika Serikat dimana pemerintah federal (pusat) menyewa perusahaan swasta untuk menjalankan penyelidikan-penyelidikan. Diantra perusahan penyelidikan / investigasi ini adalah Pinkerton National Detective Agency yang merupakan perusahan penyedia tenaga pengamanan swasta (SATPAM) dan detektif/penyelidik. Pinkertons, kependekannya, di-dirikan oleh Allan Pinkerton dan Edward Rucker di 1850 dan sangat terkenal dalam peristiwa bersejarah yakni melindungi dan berhasil mencegah upaya pembunuhan calon presiden (CAPRES) Amerika Serikat waktu itu, Abraham Lincoln. Setelah terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat ke 16, Pinkerton National Detective Agency disewa pemerintah Amerika Serikat untuk melindungi Presiden Amerika Serikat, menjaga keamanan aset-aset pemerintah, melaksanakan kontrak-kontrak militer yang tidak dapat dilaksanakan pemeritah federal (Red: Tentara Bayaran). Karena banyaknya agen-agen Pinkerton yang di sewa pemerintah, dan melebihi jumlah Tentara Reguler Angkatan Darat (U.S. Army Regular Forces), Negara bagian Ohio (State of Ohio) melarang Pinkerton menerima kontrak kerja di negara bagian tersebut karena khawatir terjadinya pembrontakan oleh tentara dan detektif swasta ini.


Allan Pinkerton

Pinkerton National Detective Agency didirikan oleh Allan Pinkerton ber partner dengan Edward Rucker (Pengacara dari Chicago) yang dinamakan North-Western Police Agency yang kemudian dikenal dengan Pinkerton Agency Tujuan dari Allan Pinkerton mendirikan bisnis ini adalah adanya permintaan setelah berkonsultasi dengan 6 (Enam) perusahaan perkretaan Amerika Serikat di daerah MIDWEST yang butuh pengamanan lebih bagus atas sistim yang ada terhadap aset-aset perusahaan dan unjuk rasa oleh karyawan.

Masa Bureau of Investigation

Pada tahun 1886, Mahkamah Agung Amerika Serikat, dalam kasus St. Louis & Pacific Railroad Company Vs.(Versus) Negara Bagian Illinois menemukan bahwa Negara Bagian tidak memiliki kekuasaan untuk meregulasi perdagangan antara Negara Bagian. Karena kasus tersebut, Conggres menetapkan undang-undang baru tentang perdagangan antara negara bagian atau dalam bahasa Inggris Intersate Commerce Act of 1887 yang menciptakan kewajiban pemerintah federal untuk penegakan hukum lintas negara bagian.

Departmen Keadilan Amerika Serikat (U.S. Department of Justice) yang baru saja berdiri tahun 1870, yang di-pimpin oleh Jaksa Agung (U.S.Attorney General) pada waktu itu tidak memiliki penyidik yang layak dan cukup untuk menjalankan penyelidikan di kelas nasional untuk menangani kasus-kasus Federal, hal ini karena ketergantungan pemerintah Amerika Serikat dengan Pinkerton National Detective Agency. Departemen Keadilan Amerika Serikat hanya memiliki sedikit penyelidik dan pada kepemimpinan Jaska Agung Charles Joseph Bonaparte, D.O.J. meminta bantuan penyelidik dari agensi (institusi) lain, seperti Departmen Kebendaharaan Amerika Seikat (U.S. Department of Treasury/D.O.T.) atau dapat disamakan dengan Departemen Keuangan. D.O.T. memiliki agensi(instansi) federal yang tertua di Amerika Serikat yang bertugas melindungi mata uang dollar (dari pemalsuan) dan kantor bank-bank sentral, agensi ini dinamakan Dinas Rahasia Amerika Serikat (United States Secret Service) yang juga dikenal dengan tugas kenegaraan lainnya melindungi Presiden, Wakil Presiden, berserta keluarganya.

Konggres Amerika Serikat (Parlemen Amerika), pada akhirnya melarang perbuatan keterdesakan Jaksa Agung Bonaparte ini dalam mencari sumber daya manusia, sehingga pada tahun 1908 Kongress membuat Undang-undang baru yang melandasi pendirian agensi formal baru yang dinamakan Biro Investigasi Departmen Keadilan Amerika Serikat (U.S. Department of Justice Bureau of Investigaion). Dinas Rahasia Amerika Serikat menyerahkan 12 (duabelas) agen mereka unutk menjadi agen-agen pertama B.O.I.. Jadi, 12 Agen pertama B.O.I (atau B.I.) juga merupakan agen Dinas Rahasia. Kekuasaan wilayah hukum (Yuridiksi) ini diturunkan dari Undang-undang Perdagangan Lintas Negara Bagian 1887.

Diantara penugasan pertama B.O.I. ini adalah menyelidiki dan mengumpulkan data dari rumah-rumah bordil (prostitusi/pelacuran) di Amerika Serikat guna mempersiapkan pelaksanaan "Undang-Undang Perdagangan Budak Putih" atau dalam bahasa Inggris White Slaves Traffic Act atau Mann Act. Pada tahun 1932, Biro Investigasi Departmen Keadilan Amerika Serikat diberikan hak independen untuk berdiri sendiri dan pada tahun yang sama berubah nama menjadi Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat (U.S. Federal Bureau of Investigation/F.B.I.)


Masa Bureau of Prohibition - Division of Investigation (D.O.I)


Tahun 1933, Bureau of Investigation (B.O.I) bergabung dengan Bureau of Prohibition dan hanya menjadi Division of Investigation (D.O.I.) atau Divisi Investigasi dari Biro Prohibitasi

Masa U.S. Federal Bureau of Investigation


Pada tahun 1935, Bureau of Prohibition Divison of Investigation (D.O.I.) berubah menjadi lembaga independen dibawah naungan Departemen Keadilan Amerika Serikat dan merubah namanya menjadi United States Federal Bureau of Investigation atau Biro Investigasi Federal Amerika Serikat yang dikenal sekarang ini.

Kepemimpinan J. Edgar Hoover


J. Edgar Hoover adalah pimpinan tertinggi dan perumus utama dan menjabat sebagai Direktur pertama B.O.I, D.O.I, dan F.B.I dan berdinas selama 48 tahun. Ia adalah pimpinan F.B.I. yang sangat kontroversial karena banyaknya kasus yang ditanganinya dinilai oleh masyarakat dan Kongress melebihi kewenanganya atau wilayah hukumnya. Banyak juga prestasi gemilang dan langkah modernisasi penyelidikan menggunakan pendekatan ilmiah yang dilaksanakan oleh Hoover. Salah satu karyanya adalah The Scientific Crime Detection Laboratory (FBI Laboratory) atau "Labrotarium Ilmiah Penditeksian Kriminal" atau "Labrotarium FBI"


J. Edgar Hoover

Kontroversi

•Penangkapan aktivis-aktivis politik yang dianggap membahayakan Amerika Serikat di bawah program COINTELPRO. Program ini awalnya bertujuan menangkap Partai Komunis Amerika lalu pada perjalanya berhasil meringkus aktivis-aktivis pro negro sperti Martin Luther King (SCLC), aktivis rasial seperti Klu Klux Klan, Partai Nazi Amerika.

•Banyak saksi dan artikel menyebutkan bahwa J. Edagar Hoover adalah seorang homoseksual dengan kekasihnya adalah Clyde Tolson, bawahan wakil direktur FBI.

Kamis, 21 April 2011

Biography of Raden Ajeng Kartini

Raden Ajeng Kartini (1879-1904) is credited with starting the move for women's emancipation in Java, an island then controlled by Holland as part of the Netherlands Indies (now Indonesia). Born to the aristocracy, Kartini was privileged to be able to attend Dutch colonial schools, but was forced to quit at an early age due to Islamic law at the time. At the age of 24, she was married to a man twice her age who already had three wives. Kartini wrote letters to her friends in Holland protesting the treatment ofwomen in Java, the practice of polygamy, and of the Dutch suppression of the island's native population. Decades later, the Indonesian state constitution promised gender equality to all its citizens, and Kartini Day continues to be celebrated on April 21 to commemorate Kartini's contribution to women's rights.
Kartini was born on April 21, 1879, in Mayong village near of Jepara, a town located in the center of the island of Java. She was born into the Javanese priyayi, or aristocracy; her father was Jepara mayor Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat. Kartini was one of 12 children born to Raden's several wives.
Educated at Dutch Schools
As a child, Kartini was very active, playing and climbing trees. She earned the nickname "little bird" because of her constant flitting around. A man of some modern attitudes, her father allowed her to attend Dutch elementary school along with her brothers. The Dutch had colonized Java and established schools open only to Europeans and to sons of wealthy Javanese. Due to the advantages of her birth and her intellectual inclination, Kartini became one of the first native women allowed to learn to read and write in Dutch.
Despite her father's permission to allow her a primary education, by Islamic custom and a Javanese tradition known as pingit, all girls, including Kartini, were forced to leave school at age 12 and stay home to learn homemaking skills. At this point, Kartini would have to wait for a man to ask for her hand in marriage. Even her status among the upper class could not save her from this tradition of discrimination against women; marriage was expected of her. For Kartini, the only escape from this traditional mode of life was to become an independent woman.
Promoted Nationalist Movement
Fearful of losing control over their island territory, the Dutch colonialists believed that knowledge of European languages and education could a be dangerous tool in the hands of the native Javanese. Consequently, they suppressed the activities of the native people, keeping them as peasants and plantation laborers, while at the same time counting on the Javanese nobility to support them in their rule over the region. Only a few of the nobility, Kartini's father included, were taught the Dutch language. Kartini believed that once the Europeans introduced Western culture to the island, they had no right to limit the desire of native Javanese to learn more. Clearly, by the late nineteenth century there was talk of independence. With her letters and her egalitarian fervor, Kartini can be said to have started the modern Indonesian nationalist movement.
Kartini was not proud of being set apart from her countrymen as one of the privileged few of the aristocracy. In her writings she described two types of nobility, one of mind and one of deed. Simply being born from a noble line does not make one great; a person needs to do great deeds for humanity to be considered noble.
Wrote Letters to Holland
From 1900 to 1904 Kartini stayed home from school in according to the dictates of Javanese tradition; she found an outlet for her beliefs in letters she wrote in Dutch and sent to her friends in Holland. Kartini was unique in that she was a woman who was able to write; what set her apart even further was her rebellious spirit and her determination to air concerns that no one, not even men, were publicly discussing.
Kartini wrote to her European friends about many subjects, including the plight of the Javanese citizenry and the need to improve their lot through education and progress. She recounts how Javanese intellectuals were put in their place if they dared to speak Dutch or to protest. She also describes the restrictive world she lived in, rife with hierarchy and isolationism. In 1902 Kartini wrote to one letter, to Mrs. Ovink-Soer, that she hoped to continue her education in Holland so that she could prepare for a future in which she could make such education accessible to all women.
Kartini is most known for writing letters in which she advocates the need to address women's rights and status, and to loosen the oppressive Islamic traditions that allowed discrimination against women. She protests against education restricted to males of the nobility, believing that all Javanese, male and female, rich and poor, have the right to be educated in order to choose their own destiny. Women especially are not allowed to realize their calling. As Nursyahbani Katjasungkana commented in the Jakarta Post, "Kartini knew and expounded the concept that women can make choices in any aspect of their lives, careers, and personal matters."
Opened School for Girls
Rather than remaining submissive and compliant, like a good Javanese daughter, the unconventional Kartini often had disagreements with her father, and it is believed that her family was, consequently, eager to marry her off. On November 8, 1903, she obeyed her father and married Raden Adipati Joyoadiningrat, the regent of Rembang. Joyoadiningrat was a wealthy man of age 50 who already had three wives and a dozen children. Kartini - who was, at 24 years of age, considered too old to marry well - found herself a victim of polygamy. She was devastated by the marriage, which ended her dream of studying abroad just as she was awarded a scholarship to study in Europe.
Despite the marriage, in 1903 Kartini was able to take a first step toward achieving women's equality by opening a school for girls. With aid from the Dutch government Kartini established the first primary school in Indonesia especially for native girls regardless of their social standing. The small school, which was located inside her father's house, taught children and young women to read and make handicrafts, dispensed Western-style education, and provided moral instruction. At this time, Kartini also published the paper "Teach the Javanese."
Kartini's enthusiasm at educating Indonesian girls was short lived. On September 17, 1904, at the age of 25, she died while giving birth to her son. Kartini is buried near a mosque in Mantingan, south of Rembang.
Letters Ultimately Published
Kartini's legacy is found in the many letters she wrote to friends in Holland. In 1911 a collection of her Dutch letters was published posthumously, first in Java and then in Holland as Door Duisternis tot Licht: Gedachten Over en Voor Het Javanese Volk ("From Darkness to Light: Thoughts about and on Behalf of the Javanese People"). The book was then translated into several languages, including French, Arabic, and Russian, and in 1920 was translated by Agnes Louis Symmers into English as Letters of a Javanese Princess. In 1922 Armijn Pane finally translated the book into the Javanese language under the title Habis Gelap Terbitlah Terang ("After Darkness, Light Is Born"), which he based on a verse found in both the Bible and the Qur'an in which God calls people out of the darkness and into the light. More recently, Kartini'sgranddaughter, Professor Haryati Soebadio, re-translated the letters and published them as Dari Gelap Menuju Cahaya, meaning "From Darkness into Light."
Kartini's letters spurred her nation's enthusiasm for nationalism and garnered sympathy abroad for the plight of Javanese women. Syrian writer Aleyech Thouk translated From Darkness into Light into Arabic for use in her country, and in her native Java Kartini's writings were used by a group trying to gain support for the country's Ethical Policy movement, which had been losing popularity. Many of Kartini's admirers established a string of "Kartini schools" across the island of Java, the schools funded through private contributions.
Kartini's beliefs and letters inspired many women and effected actual change in her native Java. Taking their example, women from other islands in the archipelago, such as Sumatra, also were inspired to push for change in their regions. The 1945 Constitution establishing the Republic of Indonesia guaranteed women the same rights as men in the areas of education, voting rights, and economy. Today, women are welcome at all levels of education and have a broad choice of careers. Kartini's contributions to Indonesian society are remembered in her hometown of Jepara at the Museum Kartini di Jepara and in Rembang, where she spent her brief married life, at the Museum Kartini di Rembang.
Kartini Day Declared National Holiday
In Indonesia, April 21, Kartini's birthday, is a national holiday that recognizes her as a pioneer for women's rights and emancipation. During the holiday women and girls don traditional clothing to symbolize their unity and participate in costume contests, cook-offs, and flower arrangement competitions. Mothers are allowed the day off as husbands and fathers do the cooking and housework. Schools host lectures, parades are held, and the women's organization Dharma Wanita specially marks the holiday.
In more recent years criticism has arisen regarding the superficial observance of Kartini Day. Many now chose not to commemorate it, and it has increasingly been eliminated from school calendars. What saddens historians and activists is that Kartini has become a forgotten figure for the younger generation, who cannot relate to the achievements she wrought in a repressive society that is now almost forgotten. Historians have also debated the role Kartini herself played in promoting women's emancipation. Other than her letters, some have argued that she was a submissive daughter, feminine but not necessarily a feminist.
A Legacy in Film
The film biography R. A. Kartini was produced to highlight her efforts to promote women's emancipation and education. Based on her published letters as well as memoirs written by friends, the film presents the two aspects of Kartini's life: her brief public life which had minimal effect, and her letters which, after her death, had profound influence on women all over the world. The film, written and directed by Indonesian filmmaker Sjuman Djaya, recreates Kartini's family life, ambitions, and the historical context of life under Dutch colonialism. Kartini is also remembered through businesses inspired by her vision. Kartini International, based in Ontario, Canada, advocates for women's education and rights, and won the 2000 Canadian International Award for Gender Equality Achievement for its work.
Books
Kartini, R. A., Letters from Kartini: An Indonesian Feminist, 1900-1904, Monash Asia Institute, 1994.
- , On Feminism and Nationalism: Kartini's Letters to Stella Zeehandelaar, 1899-1903, Monash Asia Institute, 1995.
Palmier, Leslie, Indonesia, Walker & Co., 1965.
Periodicals
Jakarta Post, April 21, 2001; April 20, 2002.
Online
Chaniago, Ira, "Raden Ajeng Kartini - A Pioneer of Women's Education in Indonesia," University of New England Web site,http://www.une.edu.au/unepa/Gradpost/gp_9.3web.pdf (December 23, 2003).
Discover Indonesia Online,http://indahnesia.com/Indonesia/Jawa/ (December 23, 2003).
Monash Asia Institute Web site,http://www.arts.monash.edu.au/mai/ (December 23, 2003).

Sabtu, 16 April 2011

Enrico Fermi- Perancang Reaktor Atom Pertama

enrico fermi
Dia lulus dengan cemerlang dan terima gelar Ph.D. dalam bidang fisika dari Universitas Pisa sebelum umurnya mencapai dua puluh satu tahun. Dia itu, Enrico Fermi, perancang reaktor atom pertama yang lahir tahun 1901 di Roma, Itali. Menjelang usia dua puluh enam tahun dia sudah jadi profesor penuh di Universitas Roma. Dan sementara itu dia sudah menerbitkan kertas kerja utamanya, salah satunya berkaitan dengan cabang fisika yang sulit serta mendalam yang disebut “statistik kuantum.” Dalam kertas kerja itu, Fermi mengembangkan teori statistik yang digunakan untuk melukiskan tingkah laku penyatuan partikel dalam jumlah besar yang terpisah-pisah, jenis yang kini dihubungkan sebagai “fermions.” Karena elektron, proton dan neutron –tiga “gugus bangunan” yang terdiri dari benda biasa– kesemuanya “fermion.” Teori Fermi punya makna yang sangat penting buat ilmu pengetahuan. Statemennya ini membuka kemungkinan kita punya pengertian lebih baik tentang bagian pokok inti atom, tentang tingkah laku penurunan mutu suatu benda (seperti terjadi pada bagian dalam sejenis bintang-bintang tertentu), dan tentang unsur-unsur yang terkandung dari sifat-sifat logam. Ini jelas merupakan topik masalah yang punya banyak guna.
Tahun 1933 Fermi merumuskan teori tentang “kemerosotan beta” (sejenis radioaktivitas) yang mengaitkan perbincangan kuantitatif pertama kali tentang “neutrino dan interaksi lemah,” dua topik penting dalam dunia fisika masa kini. Penyelidikan macam itu, kendati tidak gampang dipahami awam, menempatkan Fermi selaku salah seorang ahli fisika terkemuka di dunia. Tetapi, hasil karya Fermi paling penting belumlah muncul.
Tahun 1932, seorang ahli fisika Inggris, James Chadwick, telah berhasil menemukan partikel subatomis yang namanya: neutron. Mulai dari tahun 1934, Fermi meneruskan dengan cara mengirimkan arus partikel berkecepatan tinggi terhadap atom dengan neutron. Percobaan-percobaannya menunjukkan bahwa banyak jenis atom sanggup menyerap neutron, dan dalam banyak hal atom-atom yang dihasilkan dari pengubahan nuklir macam ini mengandung radioaktif.
Orang sudah selayaknya mengharapkan bahwa akan lebih mudahlah buat neutron merembes ke dalam bagian utama atom apabila neutron bergerak dengan kecepatan tinggi sekali. Tetapi, percobaan Fermi menunjukkan kebalikan dari itu. Yaitu, bilamana neutron yang cepat dipelankan dulu dengan cara membuat ia lewat melalui “paraffin” atau air, dia dapat lebih siap diserap oleh atom. Penemuan ini sangat penting dalam penggunaan di bidang pembangunan reaktor nuklir. Bahan yang digunakan dalam reaktor untuk membikin pelan gerak neutron-neutron dikenal dalam sebutan “moderator.”

Tahun 1938, penyelidikan penting Fermi tentang penyerapan neutron membuat ia peroleh Hadiah Nobel dalam bidang fisika. Tetapi, berbarengan dengan itu dia mengalami kesulitan di Itali. Pertama, istri Fermi berdarah Yahudi sedangkan pemerintahan Fasis di Itali mengeluarkan sejumlah undang-undang yang bernada anti Yahudi. Kedua, Fermi seorang berfaham gigih anti fasis, suatu sikap yang amat berbahaya pada saat Itali di bawah diktator Mussolini. Bulan Desember tahun 1938, tatkala dia pergi ke Strockholm untuk terima Hadiah Nobel, dia tidak kembali lagi ke Itali, tetapi pergi ke New York. Karuan saja, Universitas Colombia melompat-lompat kegirangan dapat tenaga ahli salah seorang ilmuwan yang terbesar di dunia. Tak pikir panjang, Fermi segera disediakan kedudukan. Fermi jadi warganegara Amerika Serikat tahun 1944.
Di awal tahun 1939, dilaporkan oleh Lise Meitner, Otto Hahn, dan Fritz Strassmann bahwa penyerapan neutron-neutron kadangkala menyebabkan atom-atom uranium jadi terpisah-pisah. Ketika kabar laporan ini pecah, Fermi (begitu juga beberapa ahli fisika terkemuka) segera menyadari bahwa terpisah-pisahnya atom uranium dapat melepaskan cukup neutron untuk memulai reaksi berantai. Lebih jauh dari itu, Fermi (juga bersama ahli fisika lainnya) segera melihat dan membayangkan potensi kemiliteran yang bisa dihasilkan oleh reaksi berantai ini. Menjelang bulan Maret tahun 1939, Fermi telah menghubungi Angkatan Laut Amerika Serikat dan mencoba menarik perhatian mereka dalam hal pembikinan senjata atom. Tetapi, baru beberapa bulan kemudian, sesudah Albert Einstein menulis sepucuk surat mengenai soal itu kepada Presiden Roosevelt, barulah pemerintah Amerika Serikat menaruh perhatian terhadap tenaga atom.
Begitu pemerintah Amerika Serikat tertarik, tugas para ilmuwan yang paling utama adalah membangun sebuah prototip alat untuk mengawasi pelepasan tenaga atom untuk melihat apakah reaksi berantai yang bisa bertahan sendiri betul-betul bisa dipertanggungjawabkan. Berhubung Enrico Fermi seorang ilmuwan yang berbobot dan berwenang dalam hal ihwal neutron, dan karena dia sudah menggabungkan baik bakat teori maupun praktek percobaan-percobaannya, dia ditunjuk jadi kepala grup untuk mencoba membangun reaktor atom pertama di dunia. Pertama dia bekerja di Universitas Colombia, kemudian di Universitas Chicago. Di Chicago inilah, tanggal 2 Desember 1942, reaktor nuklir itu selesai dirancang dan dibangun dengan berhasil di bawah pengawasan Fermi. Ini betul-betul suatu babak mula dari jaman atom, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia orang berhasil membuat reaksi berantai nuklir. Percobaan yang berhasil ini segera dikirim ke timur dengan kata-kata bertuah tetapi mengandung citra gaib, “Navigator Itali sudah menginjakkan kaki di dunia baru.” Sesudah peristiwa berhasilnya percobaan ini, diputuskan untuk bergegas diteruskan secepat-cepatnya lewat yang disebut “Proyek Manhattan.” Fermi meneruskan memegang peranan menentukan di proyek itu selaku penasehat ahli yang menonjol.
Sesudah perang, Fermi jadi mahaguru di Universitas Chicago. Dia meninggal dunia tahun 1954, Fermi kawin dan beranak dua. Elemen kimia nomor 100, “fermium,” dijuluki atas namanya sebagai tanda penghormatan.
Fermi merupakan orang penting ditilik dari pelbagai sebab dan jurusan. Pertama, tak syak lagi dialah ilmuwan terbesar di abad ke-20 dan satu dari segelintir orang yang termasyhur baik selaku teoritikus maupun pencoba. Hanya sedikit sekali hasil karya ilmiahnya dibeberkan di dalam buku ini, tetapi Fermi sesungguhnya sudah menulis lebih dari 200 artikel ilmiah selama kariernya.
Kedua, Fermi merupakan tokoh amat penting dalam kaitan pembikinan bom atom, kendati beberapa orang lain pegang peranan yang setara pentingnya dalam pekerjaan itu.
Tetapi, arti penting terpokok Fermi berpangkal pada peranan utamanya yang dia pegang dalam hal penemuan reaktor atom. Jelas sekali saham Fermi dalam hubungan ini. Dia beri sumbangan teori yang menentukan, dan dia mengawasi perancangannya dan sekaligus pembangunan reaktor pertamanya.
Sejak tahun 1945, tak ada bom atom yang digunakan dalam peperangan, tetapi sejumlah besar reaktor nuklir dibangun untuk pembangkit energi bagi tujuan-tujuan damai. Reaktor-reaktor tampaknya bahkan akan punya arti lebih penting di masa depan. Lebih dari itu, beberapa reaktor digunakan untuk memprodusir radio isotop yang berguna itu, yang digunakan di bidang kedokteran dan penyelidikan ilmiah. Reaktor juga –dan lebih menakutkan–merupakan sumber “Plutonium,” bahan utama (substansi) yang dapat digunakan untuk bikin senjata-senjata atom. Ada ketakutan yang bisa dimengerti bahwa reaktor nuklir bisa menjadi bencana besar buat kemanusiaan, tetapi tak ada yang menganggap bahwa penemuan itu barang sepele. Entah untuk kebaikan atau untuk keburukan, hasil karya Fermi akan punya pengaruh luas di masa-masa mendatang.
ENRICO FERMI 1901-1954

Followers

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews